Tampilkan postingan dengan label Petualang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petualang. Tampilkan semua postingan

8 April 2018

Indahnya Melihat Sunrise dan Sunset dari Puncak Gunung

Datangi dan Nikmati, Pemandangan Dari Atas Gunung yang Kekal Terkenang

Gunung bisa dibilang merupakan salah satu destinasi yang menjadi ‘gudangnya’ pemandangan indah.

Di balik segala perjuangan mulai dari mempersiapkan peralatan hingga mencapai puncak, semuanya akan terbayar bila kita berhasil menikmati pemandangan sunrise dan sunset indah dan segala pemandangan indah lainnya di gunung manapun.

Ada kalanya aku jera dan memutuskan untuk menolak ajakan mendaki, utamanya karena fisik, namun pemandangan sunrise dan sunset indah di gunung selalu membuatku rindu untuk packing dan kembali memanggul carrier.

Semuanya akan terbayar”, pikirku, dan memang kepuasan itulah yang membuatku selalu ketagihan untuk naik gunung.

Berikut ini adalah foto - foto indahnya melihat sunrise maupun sunset dari puncak gunung :

sunrise dari puncak Sindoro

Menurutku, pemandangan sunrise di Gunung Sindoro merupakan salah satu pemandangan sunrise terindah di gunung dan salah satu sunrise terbaik di Jawa Tengah.

Dan yang paling menarik adalah, saat mendaki Gunung Sindoro untuk menikmati sunrise, setiap pendaki tidak perlu memaksakan diri mendaki hingga puncak karena sudah ada banyak sekali spot untuk menikmatinya.

Salah satunya adalah Sunrise Camp (Pos 3,5 dengan ketinggian 2423 mdpl), yang seperti namanya dijadikan area untuk mendirikan tenda khusus untuk menikmati sunrise ala Gunung Sindoro yang menakjubkan.

Selain itu, perjalanan menuju puncak Gunung Sindoro kala summit attack saat subuh, bila memang tidak sempat mencapai puncak sebelum matahari pagi menampakkan diri, pendaki bisa menikmatinya di tengah perjalanan.

Pemandangan sunrise di gunung ini tetap menakjubkan untuk dilihat di tengah-tengah pendakian sebab alam Gunung Sindoro cukup terbuka dan minim pepohonan di sekitar jalur pendakian (via Kledung)

pemandangan sunset dari mt.Merbabu

Pendakian ke Gunung Merbabu yang membuatku ketagihan mendaki gunung secara permanen. Semua yang ditawarkannya begitu indah dan tentu saja Instagrammable.

sunrise puncak mt.Merbabu

Alam yang ada di Gunung Merbabu benar-benar bagus dan terawat, dan pemandangan sunset yang ditawarkan Gunung Merbabu tentu saja harus dinikmati selagi bisa.

sunrise dari Sikunir , Dieng

Sikunir memang bukan gunung dan lebih tepat bila dikatakan sebuah bukit. Tapi jangan anggap remeh, pemandangan sunrise yang ditawarkan Bukit Sikunir benar-benar tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dieng memang gudangnya ‘The Golden Sunrise”, terutama bila dinikmati di Gunung Prau, tapi sempatkan diri juga untuk menikmati “The Golden Sunrise” di Sikunir. Pengalamannya pasti berbeda.

sunrise dari puncak mt.Slamet

Sunrise di Gunung Slamet, Gunung tertinggi di Jawa Tengah ini memang cukup sulit untuk ditapaki, terutama di jalur pendakian sebelum mencapai puncaknya.

Tetapi, warna cahaya sunrise akan terekam dalam memori dalam waktu yang lama, mungkin selamanya. Jangan pernah melewatkan pemandangan sunrise di Gunung Slamet bila berkesempatan mendakinya.

pemandangan indah sunrise mt.Sumbing

Indahnya Pemandangan Sunset di Gunung Sumbing, Bila sudah membicarakan Gunung Sindoro dan Gunung Slamet, akan terasa kurang bila tak membicarakan Gunung Sumbing.

Gunung yang terletak di Jawa Tengah ini juga tak mau kalah dalam menyajikan pemandangan sunset yang, bisa dibilang, romantis bila dinikmati bersama pasangan.

Pemandangan Sunrise di Gunung Semeru

Puncak Mahameru merupakan tujuan mereka yang memberanikan diri untuk menaklukkan Gunung Semeru.

samping puncak mahameru

Keindahan alamnya tak perlu diragukan lagi, dan popularitasnya sebagai destinasi pendakian belum pernah pudar.

Gunung Semeru juga menawarkan pemandangan sunrise yang sungguh indah dan tentu saja tak akan bisa kita lupakan begitu saja bila berhasil menikmatinya.


Foto Keindahan Sunrise dari berbagai spot lokasi

Keindahan Kawasan Bromo
padang edelweis tegal alun Gunung Papandayan
sunrise dari puncak gunung Batur
sunrise dari puncak gunung Arjuno

Dari segala perjuangan kala mendaki gunung, percayalah bahwa semuanya akan terbayar lunas bila melihat pemandangan sunrise maupun sunset yang indah dari puncak gunung .

1 April 2018

Info Pendakian Gunung Telomoyo Magelang

Dari banyaknya gunung di Kabupaten Magelang, mana saja yang sudah pernah kamu daki? Gunung Andong, Merbabu, Sumbing atau Telomoyo?

Berbicara mengenai gunung di Kabupaten Magelang memang sangat menarik. Kabupaten ini dikelilingi oleh beberapa gunung dengan pemandangan indah, nah dari banyaknya gunung tersebut terdapat satu gunung yang cukup menarik perhatian. Yaitu Gunung Telomoyo, gunung satu ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Magelang dan Semarang.

puncak pemancar

Gunung Telomoyo sendiri memiliki ketinggian 1894 Mdpl, lebih tinggi sedikit dari Gunung Andong yang memiliki ketinggian 1726 Mdpl.

Gunung Telomoyo berada di antara Gunung Merbabu, Ungaran dan Andong, merupakan gunung api berbentuk stratao (kerucut), tapi sejauh ini belum pernah meletus.

Gunung Telomoyo dapat kita lihat dari kota-kota terdekat seperti Salatiga, Magelang, Temanggung dan Semarang, walaupun masih kalah populer dengan gunung-gunung lainnya, namun Gunung Telomoyo tak boleh kamu kesampingkan.

Dengan ketinggian 1894 Mdpl, Gunung Telomoyo menawarkan pemandangan yang sangat indah lho, dari puncak Telomoyo kita bisa melihat deretan gunung tinggi lainnya seperti Lawu, Sumbing, Sindoro dan Prau, tak hanya itu saja, kita juga bisa melihat luasnya danau Rawa Pening

photo jalur menuju puncak Telomoyo

Untuk dapat ke Gunung Telomoyo, kamu harus menuju ke Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, tak terlalu sulit untuk menemukan Desa Pandean, karena masih satu arah dengan Pasar Ngablak.

Berbeda dengan kebanyakan gunung dimana kita harus bersusah susah mendaki untuk sampai di puncaknya, di Gunung Telomoyo kita tidak perlu menguras tenaga dengan berjalan kaki karena sudah terdapat jalan hingga sampai puncak.

Walaupun jalannya berupa aspal, tapi tetap saja dibutuhkan kendaraan yang prima, kita tidak akan selalu menemukan jalanan mulus seterusnya , melainkan terdapat beberapa bagian yang cukup rusak, namun inilah tantangan yang membuat pendakianmu makin seru.

Jalan menuju puncak Telomoyo cukup menanjak dengan jalur yang sempit, hanya pas untuk satu mobil saja, jadi lebih disarankan untuk menggunakan motor.

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam Kota Salatiga, Kabupaten Magelang dan Semarang yang terlihat mengagumkan.

Untuk bisa sampai di puncak Gunung Telomoyo menggunakan motor kita hanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit saja, tapi apabila kamu berjalan bisa memakan waktu sekitar 2 jam, puncak Telomoyo ditandai dengan adanya stasiun Telkom dan landasan paralayang.


landasan paralayang inilah yang menjadi spot foto paling populer dan favorit di Gunung Telomoyo, selain itu selama perjalan kita juga akan menemukan air terjun mini lho, tapi aliran air di air terjun tersebut tidaklah deras.

photo sumber : google


Tips Mendaki di Gunung Telomoyo

  • Waktu terbaik untuk mendaki di Gunung Telomoyo adalah ketika sunrise dan sore hari.
  • Baik mendaki dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan tidak menjadi masalah, silahkan sesuaikan dengan selera masing-masing.
  • Jika menggunakan kendaraan, lebih disarankan untuk menggunakan motor dengan syarat motor dalam keadaan prima agar kuat sampai puncak. karena jalannya yang sangat rusak.
  • Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu menaati aturan.

itulah tips dan info mengenai Gunung Telomoyo, gunung yang terletak di Kabupaten Magelang dan Semarang, walaupun tak terlalu populer, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba mendaki disini, terutama bagi kamu yang ingin mendaki gunung namun tidak mau capek berjalan.

Info dan Tips Mendaki Gunung Ungaran

Jawa Tengah memang dikaruniai dengan banyaknya gunung-gunung tinggi, selain gunung dengan ketinggian lebih dari 3000Mdpl, di Jawa Tengah juga terdapat gunung dengan ketinggian dibawah itu, salah satu gunung populer adalah Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran dengan ketinggian sekitaran 2000Mdpl.

Berbicara mengenai gunung pendek, di Kabupaten Semarang terdapat sebuah gunung dengan ketinggian 2050Mdpl bernama Gunung Ungaran.


Bagi para traveler, kawasan Ungaran, Semarang memang terkenal dengan tempat-tempat wisatanya yang keren, seperti Candi Gedong Songo, Curug Lawe dan Umbul Sidomukti.

Wisata-wisata tersebut terletak di lereng Gunung Ungaran yang merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Semarang.

Gunung Ungaran merupakan salah satu gunung yang sangat cocok untuk pemula sebelum mendaki di gunung yang lebih tinggi seperti Gunung Rinjani.

Nah, buat kamu yang ingin mendaki di Gunung Ungaran, dibawah ini ada beberapa info dan tips saat anda melakukan pendakian di Gunung Ungaran.

Gunung Ungaran memiliki 3 jalur pendakian, yaitu melalui Gedong Songo, Pasar Jimbaran (Basecamp Mawar) dan Promasan, dari ketiga jalur tersebut, pendakian melalui Basecamp Mawar merupakan yang paling populer, selain itu Basecamp Mawar dan Promasan merupakan jalur resmi, sedangkan Gedong Songo bukanlah jalur resmi.

jalur pendakian photo : @ardiyanto

Pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Mawar (Pasar Jimbaran)

Untuk menuju ke Basecamp Mawar, dari pusat kota Semarang kita hanya perlu menuju ke Ungaran, ikuti jalan hingga sampai di Pom Bensin Lemah Abang di kiri jalan, nanti beberapa meter kedepan terdapat gapura bertuliskan Kawasan Wisata Candi Gedong Songo di kanan jalan.

Silahkan masuk ke gang tersebut dan ikuti jalan hingga sampai di Pasar Jimbaran, tepat didepan Pasar Jimbaran terdapat gang di kanan jalan dengan gapura bertuliskan "Wisata Umbul Sidomukti", ikuti gang tersebut hingga kamu sampai di Basecamp Mawar dengan melewati Umbul Sidomukti.

pos mawar photo : @phinemo

Estimasi Pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Mawar

  • Pasar Jimbaran– Basecamp Mawar (30 menit)
  • Basecamp – Pos Pronojiwo (40 menit)
  • Pos Pronojiwo – Kolam Renang Pos 3 (15 menit)
  • Kolam Renang – Kebun Teh (15 menit)
  • Kebun Teh – Puncak Ungaran (2 jam 20 menit)
  • Total : kurang lebih 4 Jam (tergantung kecepatan dalam berjalan)

Mulai sekarang, jalur pendakian tidak lagi melewati kebun teh, jalur dialihkan sebelum kebun teh karena sekarang kebun teh sudah menjadi tempat wisata dan memiliki tiket masuk sendiri.

Jika kamu tetap ngeyel ingin lewat kebun teh, kamu akan dikenakan tiket masuk sebesar kurang lebih Rp. 2.000/orang.

pintu masuk pos mawar photo :@phinemo

Pendakian Gunung Ungaran via Promasan atau Medini

Untuk menuju ke lokasi Basecamp, dari Kota Semarang bisa dengan bus kecil jurusan Boja turun di pertigaan yang menuju Gonoharjo dan Kendal.

Limut Gonoharjo Kendal photo : @fbjn1

Lalu melanjutkan perjalanan dengan angkutan pedesaan sampai ke desa Gonoharjo. Diteruskan dengan jalan kaki atau ojek sampai di bumi perkemahannya, sesampainya di Medini kita masih melanjutkan perjalanan menuju ke Promasan hingga Kebun Tehnya.

kebun teh Medini photo : @fbjn1

Pendakian Gunung Ungaran via Gedong Songo

Rute menuju ke Gedong Songo cukup mudah, sama halnya dengan cara menuju ke Basecamp Mawar diatas, sesampainya kamu di Pom Bensin Lemah Abang, kuti saja jalan tersebut hingga sampai di POM Bensin Palbapang (POM bensin kedua yang kita lewati).

Di depan POM Bensin terdapat pertigaan, silahkan belok kanan dan ikuti jalan hingga sampai di pintu masuk objek wisata Gedong Songo.

Dari Arah Kendal, Pekalongan dan Sekitarnya Atau bagi kalian yang berdomisili di Kendal, Pekalongan dan Jakarta bisa melalui jalan Pertigaan Kaliwungu Kendal – Sumowono – Pertigaan lampu merah Boja Kendal pilih jalur kiri – Perempatan sebelum jembatan ambil kanan menuju Sumowono – Pasar Sumowono ada pertigaan lurus saja hingga POM Bensin Palbapang ikuti petunjuk seperti diatas tadi.

Mengenai jalur pendakian Promasan tadi, sebenarnya jalur ini sama dengan jalur Basecamp Mawar, kedua jalur tersebut akan bertemu di Kebun Teh.

Sedangkan untuk jalur Gedong Songo, jalur tersebut bukanlah jalur resmi, jalur ini biasanya hanya untuk jalur turun bagi pendaki yang sudah sering sampai puncak .

Sebagai info tambahan sebenarnya jalur ini jalan naik turun pencari kayu bagi penduduk setempat, jadi bagi kamu yang ingin mendaki melalui jalur Gedong Songo silahkan dipikir matang-matang dulu ya.


kawasan Gedong Songo photo : @fbjn1

Karakteristik jalur pendakian Gunung Ungaran terbilang gabungan antara jalur esktrim dan datar, selama perjalanan dari Basecamp Mawar hingga Pos 2 kita akan menemukan banyak sekali jalur datar, dan hanya terdapat jalur menanjak dibeberapa tempat saja.

Pendakian sebenarnya akan dimulai pada jalur diatas Kebun Teh, jalur akan mulai menanjak dengan melewati hutan, setelah melewati hutan kita tidak akan menemukan rimbunnya pepohonan lagi, melainkan bebatuan besar yang akan membuat tangan dan kaki bekerja lebih keras.

Untuk mendirikan tenda, terdapat banyak tempat, mulai dari puncak bayangan, dibawah puncak utama dan dibelakang puncak, biasanya para pendaki mendirikan tenda di belakang puncak karena terdapat banyak pepohonan yang melindungi tenda dari terpaan angin.

pemandangan indah dari puncak ungaran.

itulah info mengenai pendakian Gunung Ungaran, Gunung di Kabupaten Semarang yang sangat cocok untuk pendaki pemula, jadi kapan kamu mendaki di Gunung Ungaran ?

16 Maret 2018

Gunung Andong dan 10 Keindahan Puncaknya

Bagi kamu yang suka mendaki tentunya tidak akan sempurna jika belum mengunjungi gunung andong. Gunung yang sedang dengan hits ini merupakan gunung tipe perisai dengan ketinggian 1.726 mdpl.

Gunung yang tidak memiliki aktivitas vulkanik ini berlokasi di Kampung Sawit, Girirejo, Ngablak, Kabupaten Magelang. Gunung yang sedang populer-populernya di Instagram ini ternyata memiliki banyak sekali fakta menarik yang harus kamu tahu. Terutama jika kamu memang seorang pendaki sejati.

Photo by salsadeas

Gunung ini selalu ramai dengan pengunjung. Setiap hari, ada saja sekelompok orang yang mendaki kesini. Pasalnya, gunung ini bisa dikatakan tidak terlalu ekstrim dan cukup aman dibandingkan dengan gunung lainnya. Apalagi, biaya tiket masuknya juga sangat murah yaitu Rp 4.000/orang. Maka tak heran jika objek wisata ini tak pernah sepi pengunjung.

Letaknya yang ada di sebelah barat gunung Merbabu membuat gunung ini memiliki pemandangan yang menakjubkan. Tak hanya itu, Anda juga bisa menikmati keindahan landscape kota Salatiga dan Solo dari puncaknya.

Photo by tifanimaulidza

Gunung andong juga populer sebagai spot strategis untuk melihat keindahan sunrise dan sunset. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik bagi para pendaki yang memang sangat senang berburu keindahan alam. Tak kalah dengan gunung Telomoyo, gunung ini juga menyajikan pemandangan alam yang sangat menakjubkan.

Bedanya, Gunung Telomoyo sudah memiliki track yang tidak lagi alami karena sudah dijadikan sebagai objek wisata. Berbeda dengan gunung ini yang masih sangat alami. Track yang dimiliki gunung ini hampir sama dengan gunung Merbabu, yang mana memiliki dua buah puncak dengan jalur yang ekstrim. Jalur ini dikenal dengan sebutan jalur punggung sapi “geger sapi”.

Track yang akan kamu lewati saat mendaki di gunung ini kebanyakan adalah rerumputan, walaupun ada juga beberapa spot dimana kamu akan berjalan di tengah hutan pinus. Sama seperti mendaki gunung lainnya, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui terkait dengan kondisi dan fakta-fakta apa saja tentang gunung yang akan didaki. Berikut ini adalah 10 fakta menarik yang wajib kamu ketahui sebelum mendaki kesini.



#1. Gunung Andong: Keramaiannya

Semenjak populer di media sosial, gunung ini mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang sangat siginifikan. Terutama saat hari-hari libur atau weekend, dimana banyak orang yang mendadak ingin tahu dengan gunung ini.

Photo by rizkycan95

Apalagi bagi mereka yang baru mengetahui bahwa gunung ini hanya memiliki ketinggian 1.726 mdpl, maka tak heran jika mereka yang sebelumnya tidak suka pergi mendaki gunung mendadak jadi memiliki keinginan untuk mendaki. Apabila kamu ingin mendaki saat suasana agak sepi, maka pilihlah hari kerja mulai dari Senin hingga Jum’at.

#2. Cocok untuk pemula

Seperti yang sempat disinggung, gunung ini hanya memiliki ketinggian mencapai 1.726 mdpl. Ukuran tersebut tentu terbilang pendek dibandingkan dengan gunung-gunung besar lain yang ada di Indonesia. Saking pendeknya, kamu hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk bisa mencapai puncak. Seperti yang sempat disinggung, gunung ini hanya memiliki ketinggian mencapai 1.726 mdpl. Ukuran tersebut tentu terbilang pendek dibandingkan dengan gunung-gunung besar lain yang ada di Indonesia. Saking pendeknya, kamu hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk bisa mencapai puncak.

Ibu dan anaknya nyaman di puncak andong. Photo by d_rinjanimaryam

Selain itu, kemiringan track gunung ini juga tidak begitu curam ataupun terlalu datar yaitu sekitar 45 derajat dan konstan. Dengan begitu, kamu bisa menikmati perjalanan dengan lebih menyenangkan. Tak hanya cocok untuk pemula, gunung ini juga bisa dijadikan tempat paling ideal bagi pendaki profesional yang ingin melepas rindu untuk mendaki ketika kondisi alam, fisik atau keuangan belum memungkinkan untuk bisa mendaki gunung yang jauh lebih tinggi.

#3. Hutan pinus yang indah

Jika di gunung-gunung lain kamu biasanya bertemu dengan hutan yang lebat, maka di gunung ini kamu akan menemukan hutan pohon pinus yang amat cantik.

Photo by vikaeste

Hutan ini bisa dijadikan sebagai spot menarik untuk mengambil foto. Kombinasi antara tanah yang masih berumput dengan hutan pinus yang lebat tentunya akan membuat perjalanan kamu selama mendaki terasa lebih sejuk.

Photo by _meizda

Selain itu, adapula sumber mata air tepat berada di bagian pinggir jalur pendakian. Dimana air mengalir tersebut bisa dipakai oleh para pendaki yang ingin membuat tenda.

Photo by kafitviqri

#4. Track yang menantang

Meskipun memiliki ketinggian yang biasa-biasa saja, track yang harus kamu lalui untuk mendaki gunung ini hampir sama dengan gunung lainnya yang penuh dengan bebatuan dan pijakan yang licin. Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir karena sekarang ini sudah banyak para pecinta alam yang secara sukarela memberikan petunjuk kepada pendaki lain dengan anak panah agar bisa mencapai puncak gunung.

Photo by apriliya_88

Selain itu, fakta lain tentang gunung ini yang perlu kamu ketahui adalah jalannya yang tipis dan menantang. Di track geger sapi yang dilewati, kamu akan menemukan jalan tips yang sisi kanan kirinya dikelilingi jurang. Melewati jalan tipis ini, andrenalin kamu sebagai seorang pendaki akan tertantang dan terpacu.

#5. Pemandangan puncak yang menakjubkan

Setelah melewati tracking yang menantang dengan gigiran jalan yang tipis, sampailah kamu ke puncak tertinggi. Dari atas, kamu akan melihat pemandangan alam yang unik dan menakjubkan. Apalagi jika kamu berkesempatan untuk menikmati pemandangan matahari terbit atau tenggelamnya, maka sudah pasti kamu akan ketagihan untuk datang kembali ke gunung ini. Memiliki bentuk puncak yang lancip membuat gunung ini terlihat menyerupai punukan sapi.

Photo by linggabinangkit

Sehingga tak heran jika gunung ini dikenal dengan sebutan andong. Dari atas puncak, kamu juga bisa merasakan adanya kabut yang menyelimuti sehingga membuat suasana semakin sejuk dan menyegarkan. Kabut tersebut hanya akan lewat begitu saja, setelah itu menunjukkan panorama alam yang asri dan tampak sangat hijau.

#6. Biar kecil, tapi tetap menantang

Meskipun gunung ini memiliki ukuran yang tidak begitu tinggi, gunung ini tetap menawarkan sensasi mendaki yang mampu memacu andrenalin. Hal ini sangat dirasakan oleh para pendaki, baik yang masih pemula hingga yang sudah profesional sekalipun.

Photo by rosalina_sn

Oleh karena itu, kamu yang hendak mendaki kesini tetap harus melakukan persiapan fisik yang tepat. Selain fisik, hal yang perlu kamu persiapkan adalah peralatan mendaki dan logistik selama perjalanan. Karena walaupun kecil, kegiatan mendaki di gunung ini sangat menguras tenaga.

#7. Berseberangan dengan Gunung Merbabu

Kamu tidak bisa mendaki ke gunung Merbabu karena suatu hal? Maka gunung ini bisa dijadikan sebagai solusi yang tepat. Selain tak kalah menarik, ternyata gunung ini bersebelahan persis dengan gunung Merbabu.

Photo by ga.angga

Pemandangan alam Gunung Merbabu akan benar-benar terlihat sangat jelas di depan mata kamu.

Bahkan jika melakukan pendakian di malam hari, kamu akan melihat kilatan cahaya lampu senter yang dimiliki pendaki lain di gunung Merbabu. Menarik bukan? Dengan begitu, kamu yang tidak berkesempatan untuk mendaki gunung Merbabu akan terasa sedang mendaki gunung yang sama meskipun sebenarnya gunung yang kamu naiki adalah gunung andong

#8. Di jalur pendakian, tak ada shelter

Berbeda dengan gunung lain yang sudah tersedia shelter, di gunung ini kamu tidak akan menemukan satupun shelter untuk membuat tenda. Lokasi satu-satunya yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda adalah di atas puncak. Jadi, bagi kamu yang masih pemula harus benar-benar mempersiapkan fisik dan mental yang prima agar bisa sampai ke puncak.

#9. Memiliki 4 puncak

Fakta menarik lainnya dari gunung ini adalah bahwa gunung ini memiliki 4 puncak yang saling berjejeran dengan rapi. Puncak andong berbentuk memanjang mulai dari arah barat hingga ke timur.

Photo by dolanmburiomah

Dari bentangan tersebut, kamu akan melihat beberapa titik yang disebut dengan puncak. Dan jika dihitung, jumlah puncak yang bisa kamu temui di gunung ini ada sebanyak 4 puncak.

Photo by kikiekaa

Paling barat, terdapat puncak Andong yang dikenal dengan nama puncak makam. Lalu dilanjuti dengan puncak Jiwa, Andong dan terakhir puncak Alap-alap yang berada pada bagian paling timur. Puncak Andong adalah puncak yang paling tinggi diantara semua puncak yang dimiliki gunung andong .

#10. Sumber air dan warung di puncak

Saat mendaki maka keperluan logistik dan air bukanlah menjadi masalah. Bagaimana tidak? kamu bisa menemukan sumber air yang dialiri melalui pipa-pipa, dimana air tersebut memang diperuntukkan untuk para pendaki. Bahkan, kamu juga bisa menemukan beberapa warung di atas puncak. Dengan begitu, rasa lapar dan lelah selama mendaki akan terbayarkan dengan menikmati makanan di atas puncak.



Demikian tadi merupakan 10 fakta menarik tentang gunung andong. Semoga ulasan ini bisa dijadikan sebagai referensi dan bermanfaat untuk Anda.



#SalamLestariLestariAlamku.

Post & photo dari

© 2018 Jejak Pendaki

Total Tayangan Halaman

Feed